Obat HIV Untuk Balita

HIV AIDS adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena virus yang bernama human immunodeficiency virus dan belum ada obat HIV yang dapat mengobati penyakit ini. Ini jenis virus yang bisa menular dengan cepat lewat beberapa cara seperti:

– kontak darah seperti penggunaan jarum suntik dan donor darah,

– kontak hubungan seksual dengan penderita yang sudah terinfeksi,

– hubungan darah dari ibu yang sudah terinfeksi ke janin,

– proses kelahiran normal dan menyusui.

Setelah virus masuk ke dalam tubuh maka akan menghancurkan semua sel CD4 yaitu jenis sel darah putih yang bekerja untuk membantu tubuh melawan infeksi. Karena itulah tubuh penderita HIV AIDS akan terus melemah dan rentan infeksi.

Ciri HIV AIDS pada Balita

Infeksi HIV AIDS pada bayi dan anak-anak umumnya didapatkan dari ibu yang sudah terinfeksi virus selama kehamilan, saat persalinan normal dan menyusui. Perlakuan untuk ibu hamil yang terinfeksi virus terhadap janin dan anak memang harus sangat diperhatikan. Penyebab lain yang bisa membuat bayi dan anak terkena HIV AIDS adalah seperti transfusi darah, jarum suntik dan hubungan lain.

Berikut ini beberapa ciri-ciri HIV AIDS pada bayi dan anak-anak:

  1. Pertumbuhan Badan yang Buruk

Bayi dan anak-anak biasanya tidak akan menunjukkan gejala HIV AIDS yang cukup jelas. Salah satu masalah utama yang mudah dikenali adalah ketika bayi dan anak-anak tidak memiliki grafik pertumbuhan yang normal. Bayi dan anak-anak akan lebih terlihat kurus. Pemeriksaan berat badan yang dilakukan setiap bulan sama sekali tidak menunjukkan kemajuan yang berarti.

  1. Perkembangan Lambat

Perkembangan bayi dan anak-anak biasanya dipantau setiap bulan untuk mendapatkan data yang jelas. Di Indonesia monitoring perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak dibawah lima tahun dipantau dalam program posyandu.

Namun bayi dan anak-anak yang memang terkena HIV AIDS akan memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang kurang baik. Bayi dan anak-anak akan terlihat dengan perkembangan yang kurang sesuai dengan standar. Ini adalah gejala yang paling mudah dikenali.

  1. Sering Kejang

Kejang menjadi pertanda bahwa tubuh bayi dan anak-anak mengalami masalah terutama pada sistem syaraf dan otak. Kejang bisasanya paling sering terjadi ketika anak-anak mengalami panas yang menyebabkan tubuh memberikan reaksi yang sangat berat.

Namun bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS memiliki tubuh yang sangat lemah sehingga kejang akan lebih sering terjadi. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus karena bisa saja infeksi sudah menyebar ke bagian otak.

  1. Demam

Demam untuk anak-anak dan bayi yang menderita HIV AIDS sebenarnya terjadi karena, sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Kondisi demam ini akan menyebabkan tubuh menjadi semakin lemah, sementara bayi dan anak-anak juga rewel.

Pemeriksaan untuk mengetahui infeksi lanjutan yang terjadi pada tubuh sangat diperlukan. Beberapa bayi dan anak-anak juga biasanya disarankan untuk rawat inap di rumah sakit.

  1. Infeksi Paru-Paru

Infeksi paru-paru terjadi pada bayi dan anak-anak yang sudah agak lama menderita HIV AIDS. Hal ini disebabkan karena paru-paru mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur. Jamur bisa masuk ke saluran pernafasan dari luar seperti perantara udara atau berbagai benda berjamur yang kontak langsung dengan tangan serta saluran pernafasan.

Gejala infeksi paru seperti sulit bernafas, nafas yang terasa sangat berat, mudah marah dan tubuh yang sangat lemah. Perawatan di rumah sakit sangat diperlukan untuk menyembuhkan infeksi dan mengurangi resiko penyebaran infeksi.

Tatalakasana HIV dan AIDS pada anak

Karena terjadi kemajuan dalam bidang pengobatan dan pencegahan, maka kematian terkait AIDS di kalangan anak-anak semakin berkurang di dunia.

Terapi HIV dan AIDS biasanya sama pada anak dan dewasaa: kombinasi pengobatan antivirus untuk menjaga virus resisten (tidak mempan terhadap pengobatan). Namun, terdapat pertimbangan spesial ketika mengobati anak. Beberapa obat HIV tidak tersedia dalam bentuk cair seperti sirup atau tetes, dan beberapa obat juga memberikan efek samping serius pada anak.

Meskipun anak-anak tidak menunjukkan tanda atau gejala infeksi HIV, dokter perlu memilih obat untuk meningkatkan kondisi kesehatan dan meningkatkan daya tahan hidup jangka panjang. Dokter seringkali memutuskan apakah pengobatan bergantung pada tes lab viral load (jumlah virus di cairan tubuh) dan kadar sel darah putih (sel kekebalan tubuh) yang disebut sel-T CD4 yang diserang oleh infeksi HIV.

Bantuan untuk AIDS

Mengetahui anak Anda terkena HIV adalah hal yang berat dan menakutkan. Salah satu cara untuk mengatasi rasa takut yang tidak diketahui adalah untuk belajar sebanyak mungkin tentang HIV dan AIDS. Semakin banyak Anda tahu, semakin baik Anda akan dapat mengurus anak Anda.

Pengobatan

Bayi dan anak yang telah terinfeksi HIV harus ditangani oleh dokter anak yang mengerti tentang HIV. Penanganan HIV positif pada bayi dan anak sangat sulit, tapi ada beberapa pilihan terapi yang tersedia.

Terapi antiretroviral (ARV) bekerja sangat baik pada anak-anak,  angka kematian anak yang terinfeksi HIV menurun sebanyak yang ada pada dewasa. Menentukan waktu yang tepat untuk memulai terapi pada anak merupakan hal yang sulit.

Terapi yang lebih cepat dapat mencegah kerusakan sistem imun. Meskipun demikian, pemberian ARV bukan merupakan gawat darurat. Yang penting dalam penanganan HIV anak adalah kepatuhan minum obat yang merupakan kunci keberhasilan pengobatan anak yang terinfeksi HIV dan mencegah terjadinya resistensi (kebal terhadap obat).

Obat HIV Untuk Anak

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (sindrom defisiensi imun akuisita). Virus merusak atau menghancurkan sel kekebalan tubuh, sehingga sel kekebalan tubuh tidak mampu berperang melawan infeksi atau kanker. Sekitar 3,2 juta anak-anak di bawah 15 tahun hidup dengan AIDS pada akhir tahun 2013, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Penyebab HIV pada anak Kebanyakan infeksi obat HIV pada anak adalah diturunkan melalui ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Namun, terimakasih kepada rejimen pengobatan pencegahan, sehingga insidensi penularan ibu ke anak untuk HIV menurun. Sejak pertengahan tahun 1990, tes HIV dan rejimen obat pencegahan memberikan hasil 90% penurunan jumlah anak yang terinfeksi HIV di Amerika Serikat. Kebanyakan kasus anak HIV/AIDS terkonsentrasi di kawasan Afriksa Sub. Sahara.

Penyebab lain HIV meliputi:

Transfusi darah. Transfusi darah menggunakan darah yang terinfeksi atau suntikan dengan jarum suntik yang tidak steril mampu menyebabkan infeksi HIV dan AIDS pada anak. Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, masalah ini telah sepenuhnya terelminasi, namun pada negara miskin hal ini masih terjadi.

Penggunaan obat terlarang dengan cara suntikan. Pada area Eropa Timur dan Tengah, penggunaan obat suntik akan melanjutkan penyebaran HIV di antara orang. orang muda yang hidup di jalanan. Penelitian di Ukraina, prilaku berisiko tinggi seperti penggunaan jarum suntik bergantian, juga terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun.

Transmisi seksual. Meksipun pada anak penularan dengan hubungan seks bukan merupakan penyebab utama HIV/AIDS di antara anak. anak, hal ini terjadi ketika anak. anak menjadi aktif secara seksual di usia awal. awalnya. Anak juga mampu terinfeksi melalui tindakan kekerasan seksual atau pemerkosaan.

Pengobatan dan Perawatan

Pengobatan anak dengan HIV terus berkembang, baik untuk mencegah atau mengobati infeksi oportunistik, maupun ART. Dengan pengobatan tersebut, ada harapan bahwa anak tersebut dapat bertahan hidup lama, seperti orang dewasa yang diberi terapi itu.

Walaupun kondisi pengobatan ARV untuk anak bentuknya masih kurang bersahabat. ARV yang ada terbukti mengembalikan kondisi anak mjd baik. Menurut pedoman ARV untuk Bayi dan Anak 2010 dari WHO.

ARV sebaiknya dimulai pada semua bayi yang didiagnosis HIV di bawah usia 24 bulan, tidak memandang jumlah CD4/stadium klinis. WHO menganjurkan agar semua anak yang lahir dari ibu terinfeksi HIV diberi profilaksis kotrimoksazol dari usia 4. 6 minggu.

Anak yang terinfeksi HIV sebaiknya diawasi oleh dokter spesialis anak yang berpengalaman menangani HIV. Perawatan & pengobatan paliatif harus diberikan pada anak agar mereka tidak terlalu menerima rasa sakit, dan untuk memberi kenyamanan pada orang tua dan keluarga lain.

Cara terbaik untuk mencegah atau mengobati Infeksi adalah dengan ARV. Anak yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV sebaiknya diperiksa dokter setiap bulan sampai usia tiga bulan, kemudian pada usia enam bulan, dan selanjutnya setiap enam bulan

Pada kunjungan ini, dokter harus memantau keadaan, dan mengobati gejala yang muncul. Penting juga untuk menilai keadaan gizinya pada kunjungan ini. Di luar jadwal ini, orang tua/pengasuh anak juga dianjurkan untuk membawa anak ke dokter bila sakit.

Kekurangan vitamin A adalah umum pada anak dengan HIV, dan ini meningkatkan kemungkinan akan muncul infeksi. Dosis tunggal suplemen vitamin A diusulkan setiap enam bulan. Jika mungkin ada kekurangan zat besi atau asam folat (yang dapat menyebabkan anemia), beri suplemen yang mengandung zat tersebut.

Persoalan Makanan

Makanan terbaik untuk bayi terinfeksi HIV adalah air susu ibu (ASI). Bila bayi terlanjur terinfeksi HIV, tidak ada alasan untuk tidak menyusui, dan tidak ada alasan untuk berhenti penyusuan setelah enam bulan.

Kalau ibu mengalami kesulitan dalam menyediakan ASI, sebaiknya konsultasi dengan ahli laktasi. Jika ada kesulitan memberi makanan pada anaknya, diskusikan bersama dengan masalah medis dan praktis si anak terkait dengan makanan. Masalah makanan sering dipersulit oleh rasa mual dan muntah.

Obat Anti Virus HIV AIDS

HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita.Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah,maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC,diare,sakit kulit,dll.

Meski belum ada obat HIV untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat.

Misalnya makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.

Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Obat-obatan Antiretroviral

Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Obat-obatan ini tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu, kombinasi golongan ARV akan diberikan pada penderita. Beberapa golongan ARV adalah:

– NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

– NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

– Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.

– Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

– Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

Vaksin

ika anda terinfeksi oleh HIV atau menderita AIDS, maka anda membutuhkan pertahanan lebih terhadap berbagai infeksi seperti flu akibat penurunan sistem kekebalan tubuh anda yang membuat anda sulit melawan berbagai infeksi.

Vaksin atau imunisasi dapat membantu tubuh anda mempertahan dirinya dari berbagai infeksi. Akan tetapi, bila anda menderita HIV/AIDS, maka efek imunisasi yang anda alami dapat berbeda dengan efek imunisasi pada orang lain yang tidak menderita HIV/AIDS.

Tidak semua vaksin aman diberikan pada penderita HIV/AIDS. Vaksin yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan dapat menyebabkan penderita HIV/AIDS mengalami infeksi ringan. Penderita HIV/AIDS hanya dapat menerima vaksin tertentu yang tidak lagi mengandung virus atau bakteri hidup di dalamnya.

Efek Samping Vaksin

Siapapun dapat mengalami beberapa efek samping vaksin di bawah ini, baik anda menderita HIV/AIDS ataupun tidak. Beberapa efek samping tersebut adalah:

– Nyeri, kemerahan, atau pembengkakan pada bekas tempat suntikan vaksin

– Mual

– Badan terasa lemah

– Merasa lelah

Bila anda menderita HIV/AIDS, maka terdapat beberapa efek samping tambahan saat anda menerima vaksin, yaitu:

  1. Vaksin dapat meningkatkan jumlah HIV di dalam tubuh anda
  2. Vaksin mungkin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya bila kadar CD4 (salah satu jenis sel darah putih) anda terlalu rendah. Mengkonsumsi obat antiretrovirus kuat sebelum pemberian vaksin mungkin dapat membantu bila kadar CD4 anda rendah
  3. Vaksin yang berisi virus hidup yang telah dilemahkan dapat membuat anda mengalami infeksi yang seharusnya dicegah melalui pemberian vaksin tersebut. Oleh karena itu, anda sebaiknya menghindari menerima vaksin berisi virus hidup seperti cacar air atau flu.

Selain itu, hindarilah kontak dekat dengan seseorang yang baru saja menerima vaksin berisi virus hidup tersebut selama 2-3 minggu.

Vaksin MMR (measles, mumps, dan rubella) merupakan satu-satunya vaksin berisi virus hidup yang kadangkala masih boleh diberikan pada penderita HIV/AIDS. Akan tetapi, hindari vaksin MMR bila kadar CD4 anda kurang dari 200, mengalami gejala HIV, mengalami gejala AIDS

Obat Herbal untuk HIV/AIDS

  1. Ginseng

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai cara mengatasi HIV/AIDS adalah ginseng. Salah satu tanaman yang populer dengan khasiat ajaibnya ini rupanya juga terbukti dapat mengatasi HIV AIDS secara alami.

Adapun cara mengkonsumsi bahan alami untuk penyakit HIV ini dapat disesuaikan dengan selera, misalnya dengan menyeduhnya menggunakan air panas dan mencampurkan dengan sedikit madu. Konsumsi secara rutin dapat mengatasi adanya infeksi serta radang yang diakibatkan oleh penyakit HIV AIDS.

  1. Akar Tawas Ut

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui khasiat dari akar tawas ut, akar tawas ut ini sangat terkenal di daerah pedalaman hutan Kalteng karena memiliki khasiat mengobati berbagai macam penyakit, terutama sangat bagus mengobati luka dan peradangan dengan cepat tanpa menimbulkan infeksi.

Sangat bagus sebagai obat herbal pendamping untuk mengobati penyakit HIV/AIDS. Apalagi senyawa aktif alaminya yang mengandung flavonoid yang tinggi sehingga dapat memberantas bakteri dan virus dengan cepat apalagi diduga zat yang berwarna ungu di akar tawas ut banyak mengandung senyawa aktif yang kuat dan bagus untuk mengobati berbagai macam penyakit berat.

  1. Jamur Lingzhi

Selain dengan banyak warna jamur lingzhi juga di kenal dengan memiliki rasa yang pahit, pedas, hangat, hingga kurang enak jika di jadikan menu masakan, karena jamur lingzhi tidak biasanya di gunakan sebagai menu makanan.

Lingzhi memiliki kandungan gizi dengan lengkap dan dapat di terima oleh tubuh karena jamur lingzhi sangat baik untuk menjaga kesehatan dan memberikan nutrisi pada tubuh agar menjaga tubuh dari penyakit HIV/AIDS yang sering terjadi pada anak remaja dan dewasa.

Obat Penyakit Virus HIV

HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang mengakibatkan penderitanya akan mudah terserang penyakit lain. Sistem kekebalan tubuh memiliki peranan untuk melindungi tubuh kita dari berbagai jenis penyakit yang menyerang. Salah satu unsur yang penting dalam sistem kekebalan tubuh adalah sel CD4 ( jenis sel darah putih ).

Namun sel CD4 akan dibunuh oleh obat HIV saat menggandakan diri dalam darah. Semakin lama kita terinfeksi HIV, semakin banyak sel CD4 dibunuh, sehingga jumlah sel tersebut akan menjadi semakin rendah. Dengan kadar sel CD4 yang semakin sedikit, kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita dari infeksi akan semakin berkurang.

Oleh karena itu, kesehatan sistem kekebalan tubuh para ODHA dapat dinilai dengan mengukur jumlah sel CD4. Pada orang yang tidak terinfeksi HIV, kadar sel CD4 normal berkisar antara 500 dan 1.500. Setelah kita terinfeksi HIV, jumlah ini akan mulai menurun.

Yang berbahaya adalah biasanya para penderita akan mengalami gejala penyakit yang hebat ketika telah mengidap HIV selama bertahun-tahun ( fase AIDS ), sedangkan pada tahap awal para penderita hanya akan mengalami gejala ringan seperti flu selama beberapa minggu ( Infeksi HIV Akut ).

Sehingga banyak yang tidak menyadari keberadaan HIV dan mudah sekali menularkan virus ini kepada orang lain yakni melalui hubungan seksual maupun melalui jarum suntik yang telah tercemar HIV. Bagi para penderita penyakit AIDS, sangat rentan terkena infeksi bakteri atau virus lain yang bisa menyebabkan kematian.

Faktor apa yang mengakibatkan orang lain bisa tertular dengan penyakit HIV AIDS ?

  1. Dampak dari berhubungan intim bebas

melakukan hubungan intim tidak sehat & tidak memakai pelindung akan jadi peringkat ke-1 terbesar pemicu menularnya HIV AIDS. Terjadinya hal ini dikarenakan ketika terjadi kontak sekresi di cairan vagina pada bagian alat kelamin akan membuat seseorang tertular dengan penyakit HIV AIDS.

  1. Akibat pemakaian jarum suntik yang tidak steril

Hal tersebut sangat bisa mendorong orang-orang untuk terserang oleh penyakit HIV AIDS. Dan para pengguna narkoba yang kadang-kadang sama-sama bertukar jarum suntik akan dengan gampang tertular oleh penyakit HIV AIDS.

Dan penularan ini bisa terjadi diakibatkan jarum suntik yang tidak steril, yang dikarenakan oleh cairan pada pengidap HIV AIDS pindah kedalam tubuh yang sehat {normal}.

  1. Berhubungan intim tanpa menggunakan pengaman, sering gonta-ganti pasangan ketika berhubungan intim akan beresiko untuk terjangkit oleh penyait HIV AIDS. Apalagi berhubungan tanpa menggunakan pengaman maka akan lebih beresiko lagi.
  2. Karena transfusi darah yang tidak steril, cairan dalam tubuh orang yang mengidap penyakit AIDS sangat gampang menular, sehingga ketika melakukan transfusi darah, Anda harus lebih teliti, sebab pemilihan & penyeleksian donor adalah fase pertama untuk mencegah terjadinya penularan AIDS.

Diagnosis HIV/AIDS

Orang yang baru saja terinfeksi HIV akan mengalami gejala seperti penyakit flu. Ini terjadi selama kurang lebih satu bulan setelah terinfeksi. Gejala awal yang muncul seperti demam, tenggorokan sakit dan munculnya ruam. Tapi, beberapa orang yang menderita HIV tidak merasakan tanda dan gejala selama bertahun-tahun.

Hanya dengan menjalani tes HIV, kita bisa tahu pasti apakah kita terinfeksi atau tidak. Makin cepat HIV terdeteksi, maka tingkat keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi. Jika Anda merasa berisiko terinfeksi HIV, konsultasikan kepada dokter atau klinik kesehatan terdekat.

Jangan menunda penanganan setelah Anda tahu telah terinfeksi HIV. Jika terlambat, virus bisa dengan cepat menyebar ke dalam sistem kekebalan tubuh. Hal ini bisa mengganggu kesehatan Anda. Anda juga bisa menghindari penyebaran virus kepada orang-orang terdekat atau pun kepada orang lain.

Obat untuk Penderita HIV

  1. Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Obat-obatan ini tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu, kombinasi golongan ARV akan diberikan pada penderita. Beberapa golongan ARV adalah:

– NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

– NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

– Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.

– Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

– Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

  1. Meniran

Meniran merupakan jenis tanaman yang mempunyai tekstur batang bulat & basah, dengan tinggi kurang dari 50cm. Daunnya bertekstur sirip genap, yang mana pada tiap tangkainya, mempunyai daun beragam & berbentuk lonjong.

Bunga meniran ada pada bagian ketiak daun yang mengarah kebawah. Walaupun ini termasuk kedalam jenis tanaman semak, akan tetapi jangan dianggap remeh, sebab tanaman ini mempunyai khasiat & manfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti untuk obat tradisional hiv aids.

Dan meniran ini merupakan jenis tumbuhan khas Indonesia. Secara klinis, ekstrak meniran sudah dibuktikan bersifat immunistimulan / bisa merangsang imunitas tubuh, sehingga kuat akan serangan penyakit.

Didalam tanaman ini terdapat kandungan beberapa komponen kimia, seperti flavonoid yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh manusia supaya dapat bekerja dengan lebih baik. Tanaman herbal ini dipakai untuk terapi tambahan pengidap penyakit HIV/AIDS.

  1. Sirsak

Mungkin saja daun sirsak ini tak semenggiurkan daging buah sirsak. Namun faktanya, daun sirsak ini memiliki manfaat yang jauh lebih banyak ketimbang buahnya.

Mengapa demikian? Karena, didalam daun sirsak ada banyak sekali kandungan yang berkhasiat seperti kandungan accetogenins, annocatalin, annocatin, annohexocin, annonacin, anonol, caclourine, annomourine, annomouricin, gentisic acid, gigantetronin, lineloid acid dan juga muricapentosin.

Semua senyawa itu bermanfaat sekali untuk mengobati penyakit ataupun untuk menaikkan sistem imun tubuh.

Nah, bagi penderita HIV/AIDS yang ingin mengkonsumsi daun sirsak sebagai obat tradisional hiv, lakukan dengan cara merebus daun sirsak. Dikarenakan daun sirsak ini diyakini mampu menaikkan sistem imunitas tubuh, menambah stamina serta kebugaran tubuh.

Obat Untuk HIV Dan AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada obat HIV yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Gejala HIV

Gejala yang mungkin timbul yang disebabkan HIV adalah:

1.Pneumonia

Batuk dan berat badan yang menurun adalah petanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh Anda dalam kondisi baik. Namun memang, menurut Malvestutto, efek infeksi pada setiap orang berbeda-beda.

2.Berkeringat saat malam

Separuh dari penderita HIV mengaku berkeringat saat malam hari. Gejala ini umumnya muncul pada tahap awal infeksi. Keringat berlebihan pada malam hari didapat penderita, meski tidak melakukan olahraga.

3.Perubahan pada kuku

Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

4.Demam

Salah satu gejala paling umum dari ARS adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

5.Kelelahan

Gejala lain ARS adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

Pencegahan HIV AIDS

Cara yang paling aman untuk Pencegahan HIV AIDS agar tidak terinfeksi HIV dan terkena AIDS adalah :

– Melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang tetap (tidak berganti-ganti pasangan seksual)

– Hindari hubungan seksual di luar nikah

– Hindari transfusi darah yang tidak jelas sumber asalnya

– Gunakan kondom jika melakukan hubungan seksual beresiko tinggi

– Gunakan alat-alat medis dan nonmedis yang terjamin steril

Obat HIV

Berikut obat herbal yang mungkin dapat anda gunakan:

  1. Bawang Putih

Salah satu bumbu dapur yang satu ini memang terbukti mengatasi berbagai permasalah kesehatan tubuh yang berhubungan dengan virus. Salah satu khasiat yang dimilikinya adalah untuk mengatasi penyakit HIV/AIDS secara alami.

Konsumsi bawang putih hendaknya dilakukan secara rutin. Selain untuk menjaga kekebalan dalam tubuh dan berperan sebagai salah satu cara alami mengatasi HIV/AIDS, bawang putih juga memiliki khasiat baik dalam meminimalisir efek samping dari pengobatan ARV maupun ART.

  1. Genarium

Genarium itu merupakan jenis bunga yang berukuran kecil dan biasa tumbuh dengan bergerombolan. Tanaman ini berbunga dengan warna yang bervariasi seperti biru, pink, ungu atau putih. Dari kebanyakan orang mengetahui kalau bunga ini cuma dapat mencegah gigitan nyamuk.

Akan tetapi peneliti baru-baru ini menemukan bahwa ekstrak bunga geranium diyakini dapat digunakan untuk obat herbal hiv aids.

Dan peneliti dari Jerman mengatakan kalau ekstrak bunga geranium mampu menangkal virus HIV menyerang sel manusia. Virus HIV ini dibagi menjadi 2 macam, yakni HIV-1 & HIV-2. Dari ke-2 virus itu bertanggung jawab mengakibatkan terjadinya penyakit AIDS pada seseorang. Dan ungkapan para peneliti kalau ekstrak bunga geranium mampu menjadi obat terbaru untuk menangkal virus HIV-1.

Obat hiv telah ditemukan, saat dilakukan penelitian di German research Centre for Environmental Health, Munich juga menemukan kalau ekstrak geranium dapat menangkal virus untuk melakukan replikasi jenis baru dari HIV-1 dan melindungi sel imunitas tubuh dan juga sel darah dari infeksi virus HIV tersebut.

Terapi Akupuntur untuk HIV

Akupuntur merupakan salah satu pengobatan dengan menggunakan jarum kecil yang ditusukkan pada bagian tubuh tertentu. Pengobatan ini sejatinya hanya untuk memperlancar peredaran darah dan mengurangi rasa sakit.

Obat Kanker Prostat

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang hanya dialami oleh kaum pria. Hal ini disebabkan karena kanker prostat ini menyerang kelenjar prostat yang dimiliki oleh kaum pria. Kelenjar prostat itu sendiri adalah kelanjar yang berada pada sistem reproduksi pria. Jika kelenjar ini diserang, maka fungsi nya pun akan memburuk. Beberapa fungsi dari kelenjar prostat adalah pembuat energi sperma, pembuat air mani, membuat saluran vagina menjadi tidak asam dan sebagai penekan cairan keputihan.

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa kanker prostat ini hanya terdapat pada kaum pria saja, karena penyakit ini menyerang kelenjar prostat yang dimiliki oleh pria tentunya. Kanker atau yang biasanya bermula dari tumor ganas ini mulai menyerang pria yang berusia sekitar 50 tahun. Akan tetapi, pada tahap ini penderita biasnaya belum menyadari akan penyakitnya. Barulah mereka mencapai usia 70 tahun, penderita mulai menunjukan gejala gejala. Tanpa disadari, tumor ini telah berkembang selama 20 tahun dan tanpa disadari pula penderita sudah mencapai tingkat akhir, dimana harus melakukan obat kanker prostat stadium 4.

Ketidak jelalasan gejala pada stadium awal inilah yang membuat banyak orang was-was, takut dan khawatir. Apalagi kanker prostat ini adalah penyakit kanker paling ganas setelah kanker paru paru. Hasil ini merupakan hasil penelitian dari Amerika yang memiliki cukup banyak catatan mengenai penyakit kanker prostat ini. Belum lagi jumlah penderita, yang meninggal dunia karena penyakit ini, meningkat setiap tahunnya hingga mencapai sekitar 30 ribu penderita meninggal setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya mungkin pengobatan kanker prostatstadium 4 yang cukup sulit.

Bagi penderita kanker prostat, mungkin akan membingungkan dalam memilih prosedur pengobatan terbaik yang bisa dilakukan. Tiap pengobatan yang dilakukan memiliki risiko dan juga keuntungan masing-masing. Pengobatan kanker prostat tergantung kepada beberapa faktor:

– Stadium kanker

– Ukuran kanker

– Usia dan harapan hidup pasien

– Seberapa luas penyebaran kanker yang telah terjadi

– Kondisi kesehatan pasien

Berikut ini adalah beberapa cara penanganan kanker prostat yang dianjurkan:

  1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan energi radiasi untuk membunuh sel kanker pada kasus di mana kanker belum menyebar keluar dari prostat. Radioterapi juga bisa digunakan pasca operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.

Selain itu, radioterapi juga dilakukan untuk meredakan gejala atau rasa sakit dan memperlambat tingkat perkembangan kanker pada kasus kanker yang sudah lanjut.

  1. Kemoterapi

Pada langkah penanganan ini, penderita akan diresepkan obat anti-kanker oleh dokter. Tindakan ini sangat tepat jika kondisi kanker sudah menyebar ke organ-organ di luar kelenjar prostat.

  1. Terapi Hormon

Terapi hormon biasanya digabungkan dengan prosedur radioterapi. Terapi hormon yang dilakukan sebelum radioterapi bertujuan meningkatkan kesuksesan pengobatan. Sedangkan terapi hormon yang diberikan setelah radioterapi dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan kembalinya sel-sel kanker.

  1. TURP atau trans-urethral resection

TURP adalah prosedur operasi dalam memotong bagian dari kelenjar prostat. TURP dilakukan dengan cara anastesi umum atau anastesi tulang belakang, agar Anda tidak merasakan rasa sakit selama pembedahan berlangsung. Tujuan dari operasi adalah meringankan atau menghilangkan gejala buang air kecil yang terganggu akibat kanker prostat

Dokter bedah akan memasukkan kawat besi dengan bagian melingkar di ujungnya ke dalam uretra menuju prostat. Arus listrik digunakan untuk memanaskan bagian melingkar yang berfungsi untuk memotong kanker prostat.

  1. Prostatektomi radikal

Prostatektomi radikal adalah prosedur operasi untuk mengangkat kelenjar prostat dan jaringan di sekitarnya. Prostatektomi radikal bisa menyembuhkan kanker prostat pada pria jika kanker belum menyebar keluar dari kelenjar prostat. Tapi terdapat kemungkinan kecil bahwa tidak semua sel-sel kanker bisa terangkat. Ada kemungkinan sel kanker akan kembali pasca operasi.

Beberapa potensi komplikasi dari prosedur prostatektomi radikal adalah:

– Inkontinensia urine, yaitu ketidakmampuan mengendalikan buang air kecil.

– Tidak bisa lagi ejakulasi sehingga tidak bisa memiliki anak melalui hubungan intim.

– Disfungsi ereksi. Lebih dikenal dengan istilah impotensi. Ketidakmampuan dalam mencapai dan mempertahankan ereksi.

  1. Kryoterapi

Kryoterapi terkadang dilakukan untuk menangani kanker prostat stadium awal. Namun, kebanyakan dokter tidak akan memilih penanganan ini sebagai langkah awal pengobatan.

Pada prosedur ini, dokter akan menggunakan embusan suhu sangat dingin untuk membekukan dan membunuh sel kanker prostat. Beberapa efek samping dari tindakan ini adalah:

– Kebanyakan pasien akan mengalami darah bercampur pada urine selama sehari hingga dua hari setelah tindakan kryoterapi.

– Disfungsi ereksi atau impotensi, karena kryoterapi berisiko merusak saraf di sekitar prostat yang mengontrol ereksi.

– Kesulitan mengontrol buang air kecil.

– Kryoterapi berpengaruh pada anus dan kandung kemih, yang membuat munculnya rasa nyeri, rasa perih, dan seringnya muncul dorongan untuk buang air kecil.